Sorry, flash is not available.

Kanker Tulang - Wan Rabiatul

Saya menderita kanker tulang dan kanker paru-paru pada usia 12 tahun
Wan Rabiatul

Pada Oktober 1998, kaki kiri saya bengkak dimana saya kira dikarenakan latihan basket dan olahraga di sekolah. Bengkaknya bertambah parah menjelang pertandingan. Saya takut jika saya tidak bisa ikut bertanding. Ketika saya memberitahukan pada orangtua saya tentang sakit di kaki saya, ayah saya berpikir itu tidak penting dan ibu saya juga mengatakan itu hanya cidera olahraga.

Setelah dua hari, kaki saya tidak mengalami kemajuan walaupun sudah di urut dua kali sehari. Ibu saya membawa saya ke tempat praktek dokter, dan dokter hanya memberikan resep beberapa obat antibiotic. Tiga hari berlalu, tidak ada perubahan sedikitpun. Dokter meminta saya untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Dari hasil X-ray menunjukan ada tumor dan keadaannya sudah parah. Saya dipindahkan kerumah sakit Kuala Lumpur Mada.

Dirumah sakit, dokter memeriksa saya dengan CT untuk mengetahui penyakit saya. Hasil pemeriksaan menunjukan saya mengidap kanker tulang. Dokter memutuskan saya harus menjalani kemoterapi dan disusul dengan operasi. Saya menjalani enam kali kemoterapi. Tiga kali sebelum operasi dan sisanya tiga kali setelah operasi. Selama menjalani kemoterapi, saya mengalami kerontokan rambut, bulu mata dan alis mata. Saya harus menggunakan kacamata untuk menghindari sinar matahari, dimana membuat saya merasa sedih. Walaupun saya percaya sangat sulit untuk bertahan, saya berdoa semoga diberkati.

Pada tanggal 31 Desember 1998 saya menjalani operasi. Saya ketakutan. Saya berdoa semoga saya selamat. Beberapa saat kemudian, saya kehilangan kesadaran dan tidak tahu apa yang terjadi. Ketika saya bangun, saya melihat orangtua saya, adik dan kakak duduk di atas ranjang. Saya merasakan tidak ada perubahan. Tiga hari setelah operasi, saya menyadari kaki kiri saya telah hilang. Saya sangat kecewa dan marah. Saya tidak memiliki pilihan.

Pada tanggal 15 Maret, muncul infeksi di paru-paru. Pemeriksaan CT scan dilakukan. Dokter melihat ada dua tumor di paru-paru bagian kiri saya dan satu tumor di paru-paru bagian kanan. Saya ketakutan. Dokter memberikan saran ke orangtua saya untuk mengadakan operasi lagi. Kalau tidak saya tidak dapat bertahan hidup karena sel kankernya sangat aktif dan menyebar sangat cepat. Operasi harus dilakukan secepat mungkin. Dengan kata lain, operasi di paru-paru saya bagian kiri dan kanan harus dalam satu minggu sudah dilakukan. Orangtua saya tidak mengambil keputusan dan memberikan saya memilih. Saya mempertimbangkan kesehatan saya dan kemudian menyetujui dilakukan operasi.

Satu minggu kemudian, saya masih ingat tepatnya tanggal 14 April 1999, saya masuk ke ruang operasi. Karena saya lagi batuk, dokter menunda operasinya. Operasi pada paru-paru saya belum kelar hingga 28 April 1999. Dokter memotong tujuh potongan tumor di paru-paru kiri saya dan sembilan potongan tumor di paru-paru kanan saya. Ukuran Tumornya sangat kecil. Kemoterapi dilanjutikan setelah operasi.
Pada bulan Desember 1999, dokter curiga kalau sel kankernya menyebar ke hati saya. Pemeriksaan ultrasound dilakukan. Ketika saya berada diruang pemeriksaan, paman dari pasien leukemia, mendekat dan berkata pada ibuku:” saya mengikuti seminar tentang obat tradisional China yang sangat efektif. Lain waktu akan saya berikan alamat agennya ke kamu.” Setelah beberapa jam, saya diminta untuk menerima pemeriksaan yang memanaskan. Pada pemeriksaan tersebut, dokter tidak mendapati sel kanker di hati saya. Besoknya, paman yang kemaren memberikan alamat agennya. Sorenya, ibu saya mengajukan keluar dari rumah sakit. Dia langsung menghubungi agen tersebut. Tiba-tiba saya merasa kesakitan dan butuh ke rumah sakit lagi. Pembelian obat tersebut jadi tertunda.

Akhirnya, ibuku membeli Tien Hsien Liquid dan Tien Xian Capsul pada bulan Desember. Setelah meminumnya selama empat minggu, saya pergi kerumah sakit untuk mengadakan pemeriksaan. Dokter menyatakan tumor di paru-paru saya sudah tidak aktif dan tidak menyebar. Tetapi pemeriksaan X-ray perlu dilakukan. Pada bulan Juni 2000, saya menjalani dua kali pemeriksaan X-ray pada hari yang sama. Hasilnya sangat mengagetkan dokter dan professor. Menurut professor tumor di tubuh saya belum lenyap musnah total, tetapi dari film X-ray kelihatan sangat bersih. Di klinik Prof. Peads kami meminta untuk memeriksa hasil film tersebut dan dia menyatakan hasilnya tidak ada tumor lagi. Pada bulan July saya melakukan X-ray lagi. Hasilnya menunjukan tidak ada yang tidak normal, dimana saya membuat keluargaku lega.

Sekarang saya tetap minum Tien Hsien Liquid dan Tien Hsien Capsul selama sebelas bulan. Sekarang saya bisa berjalan kesekolah dengan menggunakan tongkat. Berat badan saya juga naik menjadi 43kg. saya belajar dengan giat untuk mengejar ketinggalanku. Walaupun saya satu tahun ketinggalan sekolah, saya berhasil lulus. Saya berterimakasih pada Tien Hsien Liquid dan Tien Hsien Capsul, dimana yang telah membantuku mengembalikan kepercayaanku dan kebahagiaan dalam kehidupanku.